Selasa, 28 Oktober 2014
Bobot Karakter Warna Aura BATIK_KITAB Pas Dengan HAWA Getaran Orangnya
Oleh Guntur Bisowarno S.SI.,Apt.
PemBatik_Kitab Herbal Kehidupan
PemBatik_Kitab Jamu Kehidupan
Tinggal di Purwosari Pasuruan Jatim
085235807140
Warna Coklat Tanah dan Mosaik Mandalanya.
Mana yang di Pulaukan Jelas
di tengah - tengah transparansi
dan kepadatan serta ke singset an dan ke - praktis - an busanam di raganya.
Warna Kaca Mata, Senada Serasi dengan Warna Rambutnya.
Busanam Kain Bordir Ber Motif Batik Mandala Empulau Dalam Jaladri Suteranya.
Menegaskan Sikap dan Keputusan, Cara Menata Matanya dalam Memandang
dan Memutuskan Skala Prioritas yang di sandang, di papan dan di layar seberangkan.
Ketebalan Coklat Tanah dan Kain Transparansinya.
Maka membatik, sungguh menjadi sebuah proses membahasakan JIWA Ke Indonesiaannya,
maka membatik, sungguh menjadi penentu PENENTU PILIHAN JIWAnya
untuk membuat arah dan pada GERAk spirit desainnya,
setara dan serasa rahsanya dalam proses men-CANTING nya, MengeTAP Capnya dan me WARNAI-nya,
memilih warna dan mengolah warnanya, memanaskan serta mematagkan warnanya,
Thus mengikat warna dan menonjolkan warna dan garis garis tebal, tipisnya hingga transparansi.
Kesederhanaan Yang Berbobot dan Berkarakter.
Mana Kualitas BATIK dan SOSOK Seperti itu,
BISA ada dan terjadi dalam ranah dan ruang yang instan,
dan tumbuh subur di kaca mata dan bhumi persepsi,
yang tak mendarat membhumi luluh lantak,
yang menjadi sekedar meruah minor dan meruang maya doank.
Mana ada Kualitas Kesederhanaan Setingkat itu bukan Wilayah Mastery!!!
Mana ada Kehadiran Sekaliber itu,
bukan Wilayah penuh KeCintaan dan Hasrat yang Mendalami Menghayati
Bidang Perjalanan KeBISAannya?
Mana ada terjadi tanpa syarat dan sarat TRACK RECORD
dan Sejarah Kelayakan yang Nyata?
Mana ada bukan ahli hikmah dan ahli hikmat!!!
Mana ada bukan ahli menjernihkan dan membeningkan!!!
Mana ada bukan ahli perjalanan meruang yang penuh dengan liku dan laku sejarah perjaman annya!!!
Selamat Melakukan dan Menjadi Bagian Busanam Anda!!!
BATIK MEMBAHASAKAN BUSANA Ke_INDONESIan dan KUALITAS KARAKTER ANDA
Komunitas Batik Kawasan Mandala Borobudur
Oleh Guntur Bisowarno S.SI.,Apt.
PemBatik_Kitab Herbal Kehidupan
PemBatik_Kitab Jamu Kehidupan
Tinggal di Purwosari Pasuruan Jatim
085235807140
Sejak tahun 2011, Candi Borobudur mengharuskan pengunjung menggunakan sehelai kain batik printing yang dililitkan di pinggang seperti memakai sarung. Kegunaan dari kain ini adalah sebagai bentuk penghormatan atas candi yang merupakan bangunan sakral tempat peribadatan. Pesan tersebut sangat baik, agar pengunjung tak menganggap candi hanya sebagai monumen mati.
Inilah bentuk pendidikan pusaka budaya yang sangat menyentuh. Selain penghormatan, pemilihan batik adalah pendidikan lain yang penting untuk mengenalkan batik itu sendiri. Batik tulis dan cap menjadi yang diakui oleh UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.
Wisatawan yang masuk ke dalam Candi Borobudur tidak mengenakan batik tulis maupun cap, melainkan printing. Sayangnya kain ini tidak dibuat di Borobudur. Padahal Desa Borobudur memiliki kelompok batik yang tersebar di sekitar candi.
Aktivasi dan Up Grading Jack Priyana Ketua Jaringan Kerja Mandala Borobudur
Jack Priyana, warga lokal, telah menggiatkan aktivitas warga lokal untuk membatik di Desa Borobudur. Sejak pertengahan 2012, kelompok ini berhasil mengajukan rancangannya untuk digunakan sebagai pengganti sarung printing yang digunakan kini.
Bahan yang digunakan adalah santung, kain lembut yang tidak panas. Proses produksinya menggunakan metode cap dengan bahan pewarna sintetis. Motif yang dieksplorasi adalah pahatan relief yang terdapat di Candi Borobudur. Motif ini mereka namai Mandala Borobudur.
Hingga akhir Maret lalu, PT TWC telah memesan 1000 lembar batik sesuai kebutuhan. Namun, jumlah ini akan bertambah nantinya. Pada pertengahan 2013 ini, pengunjung akan dapat mengenakan hasil kreasi warga Desa Borobudur tersebut.
SJack Priyana, warga lokal, telah menggiatkan aktivitas warga lokal untuk membatik di Desa Borobudur. Sejak pertengahan 2012, kelompok ini berhasil mengajukan rancangannya untuk digunakan sebagai pengganti sarung printing yang digunakan kini.
Bahan yang digunakan adalah santung, kain lembut yang tidak panas. Proses produksinya menggunakan metode cap dengan bahan pewarna sintetis. Motif yang dieksplorasi adalah pahatan relief yang terdapat di Candi Borobudur. Motif ini mereka namai Mandala Borobudur.
Hingga akhir Maret lalu, PT TWC telah memesan 1000 lembar batik sesuai kebutuhan. Namun, jumlah ini akan bertambah nantinya. Pada pertengahan 2013 ini, pengunjung akan dapat mengenakan hasil kreasi warga Desa Borobudur tersebut.
Saat ini wisatawan hanya dapat dapat melihat proses pembuatannya. Proses ini dipusatkan di Rumah Seni Atap Langit yang terletak di Jalan Balaputra Dewa Nomor 55, Desa Borobudur.
Penggunaan produk lokal akan mendukung kemajuan kelompok warga. Semoga ini menjadi media promosi, agar wisatawan Borobudur tak hanya datang ke candi, namun juga mampir ke dusun-dusun untuk mempelajari budaya desa.
Selain membangkitkan ekonomi warga, upaya ini juga turut memberikan pendidikan yang benar kepada masyarakat Indonesia dan dunia tentang makna batik yang sesungguhnya. Inilah akhir dari kesalahan pengelola Borobudur dalam memberikan pendidikan pusaka bagi publik. Semoga saja upaya ini segera diikuti oleh candi-candi lainnya.aat ini wisatawan hanya dapat dapat melihat proses pembuatannya. Proses ini dipusatkan di Rumah Seni Atap Langit yang terletak di Jalan Balaputra Dewa Nomor 55, Desa Borobudur.
Penggunaan produk lokal akan mendukung kemajuan kelompok warga. Semoga ini menjadi media promosi, agar wisatawan Borobudur tak hanya datang ke candi, namun juga mampir ke dusun-dusun untuk mempelajari budaya desa.
Selain membangkitkan ekonomi warga, upaya ini juga turut memberikan pendidikan yang benar kepada masyarakat Indonesia dan dunia tentang makna batik yang sesungguhnya. Inilah akhir dari kesalahan pengelola Borobudur dalam memberikan pendidikan pusaka bagi publik. Semoga sJack Priyana, warga lokal, telah menggiatkan aktivitas warga lokal untuk membatik di Desa Borobudur. Sejak pertengahan 2012, kelompok ini berhasil mengajukan rancangannya untuk digunakan sebagai pengganti sarung printing yang digunakan kini.
Bahan yang digunakan adalah santun, kain lembut yang tidak panas. Proses produksinya menggunakan metode cap dengan bahan pewarna sintetis. Motif yang dieksplorasi adalah pahatan relief yang terdapat di Candi Borobudur. Motif ini mereka namai Mandala Borobudur.
Hingga akhir Maret lalu, PT TWC telah memesan 1000 lembar batik sesuai kebutuhan. Namun, jumlah ini akan bertambah nantinya. Pada pertengahan 2013 ini, pengunjung akan dapat mengenakan hasil kreasi warga Desa Borobudur tersebut.
Saat ini wisatawan hanya dapat dapat melihat proses pembuatannya. Proses ini dipusatkan di Rumah Seni Atap Langit yang terletak di Jalan Balaputra Dewa Nomor 55, Desa Borobudur.
Penggunaan produk lokal akan mendukung kemajuan kelompok warga. Semoga ini menjadi media promosi, agar wisatawan Borobudur tak hanya datang ke candi, namun juga mampir ke dusun-dusun untuk mempelajari budaya desa.
Selain membangkitkan ekonomi warga, upaya ini juga turut memberikan pendidikan yang benar kepada masyarakat Indonesia dan dunia tentang makna batik yang sesungguhnya. Inilah akhir dari kesalahan pengelola Borobudur dalam memberikan pendidikan pusaka bagi publik. Semoga saja upaya ini segera diikuti oleh candi-candi lainnya.aja upaya ini segera diikuti oleh candi-candi lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)




